Sebagian besar korban masih berusia anak-anak. Mereka mendapat perawatan karena mengalami mual, pusing, dan diare usai menyantap soto di sebuah acara hajatan dua hari lalu.
Puskesmas Bandarkedungmulyo merawat 38 pasien. Klinik Aulia merawat 7 pasien dan Puskesmas Perak menangani 13 pasien.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

(Seorang polisi mengawasi anak-anak yang diduga keracunan soto di Jombang, MTVN - Nurul Hidayat)
Keluarga korban mengakui para pasien dalam kondisi membaik. Hanya saja, suhu tubuh masih panas.
"Sewaktu datang ke sini, cucu saya mengalami diare dan badannya panas," ungkap Muhammad Makhin, kerabat korban, saat ditemui di Pukesmas Bandarkedungmulyo. Senin (30/5/2016).
Kepala Puskemas Bandarkedungmulyo, Ninik Purbawati mengatakan kondisi para korban membaik setelah mendapat perawatan. Saat ini, mereka sedang dalam pemulihan.
Mereka berdatangan ke Puskesmas dalam kondisi suhu panas, lemas, muntah, dan diare. Namun, katanya, ia belum dapat menyebutkan penyebab para pasien mengalami keracunan.
"Sebab hingga sekarang, sampel makanan dan minuman yang diduga penyebab keracunan masih diteliti di Dinas Kesehatan Jombang," kata Ninik.
Peristiwa bermula saat seorang wagrga menggelar acara pada Sabtu 28 Mei 2016. Ia mengundang beberapa anak yatim dan duafa.
Baca: Puluhan Orang di Bandar Kedungmulyo Keracunan Makanan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
