Bandara Udara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur (Foto: Ant/Seno S)
Bandara Udara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur (Foto: Ant/Seno S) (Amaluddin)

Lonjakan Penumpang, Bandara Blimbingsari Tambah Penerbangan

penerbangan
Amaluddin • 04 Mei 2016 19:44
medcom.id, Surabaya: Maskapai Garuda Indonesia menambang rute penerbangan menjadi dua kali per hari di Bandar Udara Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Penambahan penerbangan itu guna melayani banyaknya calon penumpang dari dan menuju Banyuwangi.
 
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, jumlah penumpang di Bandara Blimbangsari mengalami lonjakan sejak beroperasi pada 2011. Peningkatan penumpang naik signifikan hingga 1.308 persen.
 
"Tahun 2011, jumlah penumpang hanya 7.826. Namun 2015 meningkat drastis menjadi 110.234 penumpang," kata Abdullah Azwar Anas kepada Metrotvnews.com, Rabu (4/5/2016).
 
Sedianya, penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Blimbingsari hanya satu kali penerbangan. Penerbangan tujuan Surabaya-Banyuwangi berangkat pukul 11.35 hingga 12.35 WIB dan Banyuwangi-Surabaya pukul 13.05 WIB hingga 14.00 WIB
 
Penambahan penerbangan ini akan diberlakukan pada Senin 16 Mei 2016.  Dua kali penerbangan ini untuk rute Surabaya-Banyuwangi pukul 06.00-07.00 WIB dan Banyuwangi-Surabaya pukul 07.30-08.25 WIB.
 
"Penambahan jadwal penerbangan ini menjadi solusi atas padatnya penumpang pesawat yang selama ini sering mengeluh tidak kebagian kursi, baik menuju Banyuwangi maupun sebaliknya. Semoga ini juga menjadi trigger bagi kedatangan wisatawan lebih banyak lagi," kata Anas.
 
Kedepannya, Pemkab Banyuwangi juga menyiapkan penerbangan di malam hari. Berbagai kelengkapan terus disiapkan untuk mengejar target operasional pada tahun 2016 ini. "Harapan kami, dengan penerbangan di malam hari maka akan semakin banyak jadwal pilihan untuk menuju ke Banyuwangi," kata dia.
 
Saat ini Bandara Blimbingsari baru memiliki satu peralatan navigasi untuk mendukung landing malam hari. Yakni Non Directional Beacon (NDB). Alat ini berfungsi sebagai penunjuk arah sederhana bagi pesawat terbang ke arah mana bandara yang dituju berada.
 
"Tapi alat ini biasa dipakai hanya untuk pendaratan darurat. Sementara untuk pesawat komersial membutuhkan peralatan yang lebih canggih dari ini seperti Instrumen Landing System (ILS)," pungkas dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(TTD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif