Bagian depan kampus Universitas Darul Ulum Jombang, Metrotvnews.com/ Nurul Hidayat
Bagian depan kampus Universitas Darul Ulum Jombang, Metrotvnews.com/ Nurul Hidayat (Nurul Hidayat)

Universitas Darul Ulum Jombang Dinonaktifkan, Mahasiswa Bingung

pendidikan
Nurul Hidayat • 05 Juni 2015 10:56
medcom.id, Jombang: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir menonaktifkan Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Jawa Timur. Keputusan itu membuat mahasiswa bingung dengan jenjang dan legalitas pendidikan mereka.
 
"Nasib kami seperti apa dan harus bagaimana setelah penonaktifan Undar ini," ungkap mahasiswa Fakultas Teknik Informatika kepada Metrotvnews.com, Jumat (5/6/2015).
 
Penonaktifan sebagai respon atas dualisme kepengurusan di Undar. Mudjib Musta'in dan Ibrahim saling mengklaim kepengurusan Undar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa waktu lalu, Ibrahim yang mengklaim sebagai rektor mewisuda 509 mahasiswa. Namun Mudjib yang juga mengklaim sebagai Rektor Undar tak terima dan berupaya membatalkan wisuda.
 
"Mereka saling klaim berhak melaksanakan perkuliahan dan wisuda sarjana, dan sama-sama meresa secara legal formal," ujar mahasiswa tersebut.
 
Di tempat terpisah, Nurul Arifin menyayangkan penonaktifan kampus almamaternya. Alumnus Fakultas Teknik Jurusan Mesin itu mengatakan konflik internal kampus seolah tak pernah usai.
 
"Momen ini (penonaktifan) harus menjadi introspeksi para pihak yang sedang bertikai di Undar. Jangan hanya perebutan kekuasaan merugikan banyak pihak terutama mahasiswa dan alumni," kata Arifin yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Mesin Undar.
 
Menurutnya, konflik sudah berlarut dan tak kunjung usai. KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pernah menjadi rektor Undar setelah ia lengser dari kursi Presiden RI. Tujuannya yaitu mendamaikan kedua kubu yang bertikai.
 
Tapi, upaya itu gagal. Hingga sekarang, konflik masih berlangsung.
 
"Undar adalah milik umat, jadi harus untuk kemaslahatan umat. Bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan," ujar Arifin.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif