Beras berbau apek dan berkutu beredar di Malang, MTVN - Aditya
Beras berbau apek dan berkutu beredar di Malang, MTVN - Aditya (Aditya Mahatva Yodha)

Warga tak Mengira Beras Berbau Apek Itu Disubsidi Pemerintah

beras
Aditya Mahatva Yodha • 04 Maret 2016 17:36
medcom.id, Malang: Warga Desa Gedogwetan, Malang, Jawa Timur, mengakui beras berkualitas beredar di pasaran. Namun mereka tak mengira beras apek dan berkutu itu merupakan subsidi bantuan pemerintah atau beras untuk warga miskin (raskin).
 
Anni Anggraeni, warga setempat, mengira beras itu bukan untuk dijual di pasar. Beras itu, katanya, dijual dengan harga Rp1.600 per Kg.
 
Bukan hanya Desa Gedogwetan, beras tak layak konsumsi itu juga beredar di Desa Sukorejo, Kecamatan Tirtoyadi. Suswati, warga Desa Sukorejo, mengaku menemukan beras tak layak konsumsi itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena harganya murah. Jadi kualitasnya memang jelek, bau apek dan banyak kutunya," kata Warga Desa Sukorejo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Suswati.
 
Suswati mengatakan, ia harus meminta bantuan orang lain untuk memisahkan beras-beras tersebut. Upahnya Rp2.000 per Kg. Setelah dipilah, beras yang dibeli sebanyak 5 Kg, hanya bisa dikonsumsi sebanyak 3 Kg.
 
Di lain tempat, Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Malang, Lukito Eko Purwandono, mengatakan harga raskin Rp6.800 per Kg untuk kualitas medium. 
 
"Jadi bila ada warga yang menerima sebaiknya segera melapor untuk ditindaklanjuti," kata Lukito.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif