Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi mengaku, belum menerima laporan pasien DBD di awal Februari. Ia kemudian mengingatkan rumah sakit dan Puskesmas di kota itu untuk intens melaporkan kasus DBD ke Dinkes.
Satu dari dua anak itu bernama Ahmad Tawi. Bocah berusia lima tahun tersebut menjalani perawatan di RS Aisyiyah Kota Malang sejak 3 Februari 2016.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Baru kali ini anak saya terjangkit DBD. Sebelumnya tidak pernah. Di kampung ada satu anak jug dirawat di rumah sakit lantaran DBD. Sebelumnya ada empat anak, tapi sudah pulang," kata Aris Susanto, ayah Tawi, yang merupakan warga Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang, Sabtu (6/2/2016).
Aris pun berharap Dinkes melakukan pengasapan atau fogging mengingat enam anak mengalami DBD di sekitar rumahnya. Sehingga, tak ada lagi anak-anak atau orang dewasa yang tertular DBD.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Malang, Khusnul Muarif, mengatakan kondisi itu belum termasuk status kejadian luar biasa (KLB).
"KLB ditetapkan bila jumlah kasus meningkat dua kali lipat dibanding tahun dan bulan sebelumnya," ujar Khusnul.
Khusnul pun mempersilakan warga untuk mengajukan fogging ke puskesmas terdekat. Namun, Khusnul juga mengingatkan warga untuuk menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah tertular DBD.
Pada Januari 2016, Dinkes Kota Malang mendapat laporan 20 kasus DBD. Satu pasien meninggal karena terlambat mendapat perawatan medis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
