"Agar pria bernama Tuhan itu untuk sementara waktu tidak dapat mengakses layanan apapun sampai dia benar-benar mengganti namanya," terang Shomad, di sela-sela menghadiri persiapan Munas IX MUI, di Garden Place, Surabaya, Senin (24/8/2015).
Shomad berharap pria kelahiran Banyuwangi 30 Juni 1973 itu bersedia mengganti namanya sebagai upaya mengantisipasi salah tafsir. Paling tidak, kata Shomad, pria tersebut menambah di awal atau di akhir namanya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Menurut dia, memakai nama tuhan tidak dipermasalahkan dalam Islam. "Asalkan ditambah kata-katanya agar tidak menimbulkan penafsiran yang tunggal," ujarnya.
Misalnya ditambah dengan nama Ghofur atau lainnya. Karena, kata dia, tuhan itu artinya 'pemberi ampun'.
Tukang kayu asal Dusun Krajan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi, mendadak tersohor karena bernama Tuhan. Ayah dua anak itu merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara dari pasangan Jumhar dan Dawiyah.
Dia mengaku tidak mengetahui alasan bapak dan ibunya memberikan nama Tuhan. Dia juga mengaku selama ini tidak merasa ada aneh dengan nama yang disandangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
