Ketua Komunitas Angkutan Kota Surabaya (KAKS) Suyanto Bastar mengatakan aksi bakal berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Ia meminta Gubernur Jatim Soekarwo menindaklanjuti keluhan sopir angkot yang pendapatannya merosot sejak pemberlakuan taksi online.
Menurut Suyanto, para sopir biasanya menyerahkan uang setoran pada majikan masing-masing mulai Rp20 ribu hingga Rp60 ribu per hari. Tapi pendapatan harian mereka hanya Rp30 ribu.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Kalau waktunya sepi, ya kadang hanya mengangkut satu atau dua penumpang. Masak muter-muter hanya bawa dua penumpang. Ini kenyataan yang sulit bagi kami (para sopir angkot)," ungkap Suyanto.
Lantaran itu, KAKS menuntut Gubernur mempertimbangkan asas keadilan untuk sopir angkot. Termasuk melarang angkutan ilegal beroperasi.
"Supaya adil, semua angkutan harus memiliki izin dan mematuhinya seperti kami," kata pria yang juga sopir angkutan relasi Joyoboyo - Tambakrejo itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
