Ilustrasi Metrotvnews.com
Ilustrasi Metrotvnews.com (Amaluddin)

Harga Cabai 'Pedas' di Jatim

harga cabe
Amaluddin • 09 Februari 2017 17:53
medcom.id, Surabaya: Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Jawa Timur masih belum turun. Harga cabai mencapai Rp140 ribu per kilogram. Mahalnya harga cabai dikarenakan hasil panen petani beberapa bulan terakhir masih buruk, sehingga pasokan di pasaran menjadi langka. 
 
Misalnya harga cabai di Pasar Wonokromo, Surabaya. Rata-rata harga cabai rawit mencapai sebesar Rp119.000 per kilogram. Namun harga itu bisa melonjak menjadi Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, di pasar kecil seperti di Pasar Karah Agung, Surabaya.
 
"Kalau di pasar besar seperti Wonokromo, Jagir, Atom, harganya memang lebih murah sekitar Rp119 ribu per kilogram. Tapi kalau di pasar kecil seperti di sini (Pasar Karah Agung, red), harganya sangat tinggi di kisaran Rp130 ribu per kilogram," kata Hamidah, salah satu pedagang cabe rawit, kepada Metrotvnews.com, Kamis, 9 Februari 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga cabai melambung tinggi sejak November 2016 lalu. Akibatnya inflasi Jatim naik. Pada Januari 2017, Jatim mengalami inflasi sebesar 1,52 persen. Dimana penyumbang terbesar inflasi adalah komoditas cabai rawit. Tingginya harga cabai rawit ini dapat menyumbang inflasi pada Februari 2017 ini.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, M Ardhi Setiawan, tak mengelak terkait tingginya harga cabai. Ardhi mengaku melakukan beberapa upaya untuk menstabilkan harga cabai dikisaran harga Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
 
Di antaranya dengan mengimpor cabai dari luar provinsi, seperti Provinsi Gorontalo. Dari hasil impor itu, Disperindag bekerjasama dengan Bulog dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk menggelar operasi pasar khusus komoditi cabai. 
 
"Tapi upaya itu tidak mencapai hasil maksimal. Harga cabai rawit masih di atas angka Rp100 ribu per kilogram di pasaran," ujarnya.
 
Menurut Ardhi, penyebab belum turunnya harga cabai rawit karena musim panen belum tiba. Produksi cabai pada Januari 2017 hanya tujuh ton. Jumlah ini tak mampu memenuhi permintaan pasar, karena cabai rawit merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk masakan.
 
"Tapi diperkirakan pada awal Maret akan ada musim panen. Jika pada Januari hanya tujuh ton, pada Maret nanti ada 25 ribu ton. Kenaikan produksi itu terjadi karena bertambahnya luas panen," katanya. 
 
Pada Januari 2016, luas panen di Jatim hanya 2.129 hektare. Sedangkan di akhir Februari hingga Maret luasnya mencapai 6.414 hektare. "Pada periode Maret sampai April bahkan luas panennya hingga 7.344 hektare atau bisa disebut panen raya, karenanya jumlah stok cabai akan melimpah," ucapnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif