Presiden Direktur Air Asia Indonesia Sunu Widiyatmoko menghadiri peringatan yang berlangsung di gedung yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur, itu. Selain Sunu, Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji dan keluarga korban turut berdoa untuk para penumpang yang tewas dalam kecelakaan pesawat itu.
"Kami berharap semuanya bisa menghargai privasi yang sakral saat acara doa bersama untuk keluarga terkasih," kata Sunu Widiyatmoko melalui rilis yang diterima Metrotvnews.com, Senin (28/12/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sunu juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut membantu menangani peristiwa itu.
Tepat setahun lalu, Air Asia QZ 8501 hilang kontak. Pesawat sedianya lepas landas dari Bandara Juanda Sidoarjo, Jawa Timur, sekira pukul 05.35 WIB. Pesawat jenis Airbus itu mengangkut 155 penumpang dan 7 kru menuju Bandara Internasional Changi Singapura.
Menurut jadwal, pesawat mendarat di Singapura pada pukul 08.30 waktu Singapura. Namun pesawat hilang kontak sebelum mencapai tujuan. Kontak terakhir yaitu pada 07.24 saat pesawat terbang di atas Laut Jawa.
Dua hari setelah hilang kontak, tim gabungan menemukan puing-puing pesawat mengapung di Laut Jawa. Proses pencarian korban, puing pesawat, dan kotak hitam pun berlangsung hingga selama 79 hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
