Ilustrasi--Pintu air di Bendungan Katulampa. (Foto: Metrotvnews.com/Mulvi M Noor)
Ilustrasi--Pintu air di Bendungan Katulampa. (Foto: Metrotvnews.com/Mulvi M Noor) (Amaluddin)

193 Bendungan di Jawa Timur Rusak

bendungan
Amaluddin • 19 Agustus 2016 20:40
medcom.id, Surabaya: Sebanyak 193 dari 425 bendungan yang ada di Jawa Timur rusak. Ratusan bendungan itu tak bisa digunakan untuk mencegah banjir saat musim hujan maupun sumber utama pengairan saat musim kemarau.
 
"Saya sudah sampaikan ke Presiden langsung, bahkan sudah dua kali presentasi ke Menko Perekonomian, tapi hingga kini belum ada tanggapan," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo, di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (19/8/2016).
 
Menurut Pakde Karwo, sapaan akrabnya, ratusan bendungan itu merupakan bendungan peninggalan Belanda. ‎Sebanyak 193 yang rusak itu harus segera diperbaiki agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
 
Karwo menilai, perbaikan bendungan merupakan langkah terbaik dibandingkan membangun bendungan baru. "Sudah saya hitung untuk memperbaiki 193 bendungan hanya butuh sekitar Rp325 miliar. Bandingkan jika membuat satu bendungan baru biayanya bisa triliunan," ujar mantan Sekda Provinsi Jawa Timur itu.
 
Dia berharap, perbaikan bendungan ini bisa menjadi fokus pemerintah pusat dan diharapkan bisa dianggarkan pada 2017.
 
Sementara itu, untuk mengatasi minimnya jumlah bendungan yang ada, Pemerintah Jawa Timur saat ini hanya bisa mengandalkan embung-embung kecil yang dibangun di berbagai wilayah. Sayangnya, embung ini tetap tidak bisa menjadi solusi jika hujan turun cukup lebat.
 
"Banjir Trenggalek yang kemarin terjadi merupakan contoh bagaimana air dengan cepat meluap karena tidak adanya bendungan," ujar dia.
 
Untuk itu, khusus Trenggalek, Pemerintah Jawa Timur mengusulkan dibangun pintu-pintu air baru sehingga air tak cepat mengalir dan meluap.
 
Selain itu, Trowongan Niama buatan Belanda yang ada di Tulungagung juga akan dibersihkan sehingga aliran air dari sunga-sungai yang ada di Tulungagung dan Trenggalek bisa cepat masuk ke laut sehingga tak sampai menimbulkan banjir.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(TTD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif