Pernyataan itu ditegaskan Rais Suriah PCNU Kabupaten Jombang Abdul Nasir Fatah. Jauh sebelum even akbar itu, panitia telah mengumandangkan sistem Ahwa untuk memilih Rais Aam dan ketua umum. Menurut Nasir, sistem itu ideal untuk menjaga khittah NU.
"Saat muktamar di Makassar kita juga mengusulkan untuk menggunakan sistem pemilihan ahwa, namun kita belum bisa maka saat ini diajukan model ahwa kita sangat mendukung," ujarnya saat ditemui di GOR Merdeka Jombang, Jumat (31/7/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Kiai Nasir menambahkan panitia enggan ikut campur soal penolakan sistem Ahwa. Bila mengacu pada sejarah NU, panitia hanya menjalankan paham sami'na wa atho'na yang artinya kami dengar dan kami taati.
"Intinya kita harus mematuhi semua intruksi dari para ulama sepuh, dan tugas kita juga untuk melaksanakan karena NU bukan Organisasi Politik dan sistem pemilihan model Ahwa lah yang dirasa sangat tepat untuk muktamar kali ini," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
