Kepala Seksi Umrah dan Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Moh Rifai Hasyim, mengatakan pasangan suami istri itu tergabung dalam Kloter 59. Sehingga jumlah calon haji yang berangkat pun berkurang menjadi 519 orang.
“Karena istrinya sedang hamil, sang suami juga menyatakan menunda pemberangkatan ke tahun depan,” terang Rifae di Sumenep, Sabtu 12 Agustus 2017.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Hasyim menegaskan paspor dan visa semua calhaj sudah jadi. Dia hanya mengimbau semua jemaah tetap menjaga kesehatan, terutama yang sudah lanjut usia. Dari total jemaah yang akan diberangkatkan, lebih dari 130 orang berumur di atas 60 tahun.
Dia juga melarang jemaah membawa jimat, karena sangat berisiko jika ditemukan pihak keamanan Arab Saudi. Jemaah juga dilarang membawa barang berbentuk cairan seperti minyak goreng, kecap, air dan lainnya.
“Saya sudah menulis risalah untuk jemaah yang berkaitan dengan larangan itu dengan tulisan tebal, sehingga mudah dibaca,” tuturnya.
Kuota haji untuk Kabupaten Sumenep tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun lalu sebanyak 474 orang, dan tahun ini berjumlah 521 orang. Calhaj akan diberangkat dalam dua kloter, yaitu kloter 58 dan kloter 59.
Sesuai jadwal, jemaah haji diharuskan mengikuti pelepasan dan manasik akbar di gedung Korpri pada Senin 14 Agustus pukul 09.00 pagi. Lalu barang bawaan jemaah akan dihimpun hari Selasa 15 Agustus sejak pukul 08.00 hingga 16.00 Wib. Dan jemaah akan diberangkatkan ke Surabaya pada hari Rabu 16 Agustus tepat pukul 01.30 dini hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
