Kebocoran terjadi pada Jumat pagi 11 Maret. Warga Desa Kedungbanteng resah dengan ancaman gas yang dapat membakar rumah mereka.
"Jangan merokok dulu ya," kata seorang polisi saat berada di lokasi.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Larangan itu disampaikan lantaran khawatir percikan api rokok menyulut kebakaran dari gas. Garis polisi pun dibentangkan di area sekitar kemunculan gelembung gas.
Dari pantauan Metrotv, gelembung gas berada di area luar dan dalam rumah. Bentuknya cair. Muncul gelembung seperti air mendidih dari dalam tanah. Warga setempat pun menyiramkan air untuk berusaha mendinginkan gelembung.

(Bantal terbakar setelah gelembung gas muncul di Desa Kedungbanteng, Sidoarjo, Metrotv - Heri Susetyo)
Seorang warga pemilik rumah mengatakan gas muncul sekira pukul 04.00 WIB. Tiba-tiba api muncul dari gelembung gas dan membakar perabotan dapurnya.
"Tadinya seperti air mendidih langsung muncul api membakar," kata perempuan paruh baya itu.
Menurut warga, pipa gas milik Lapindo berada di bawah tanah di desa itu sejak belasan tahun lalu. Warga menduga pipa itu pecah.
"Malah tadi, rambut anak saya yang kelas III SD terbakar. Tapi sekarang sudah sekolah," ungkapnya.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah kabupaten dan Lapindo. Perusahaan juga belum menangani khusus kejadian itu.
Gelembung gas muncul di saat Lapindo berencana melakukan pengeboran di desa tersebut. Lantaran itu, warga setempat tetap bersikukuh menolak pengeboran.
"Lah ada masalah begini kok malah mau dibor," kata seorang pria yang bertempat tinggal di Desa Kedungbanteng itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
