Kemarau berkepanjangan menyebabkan ratusan hektar tanaman padi di Sumenep gagal panen. Lahan pertanian yang mengalami gagal panen akibat kekurangan air tersebut terjadi di kecamatan daratan dan kepulauan, seperti di Desa Nambakor, Patean, serta Kecamatan Batuan dan Kecamatan Kalianget.
"Saluran irigasi yang biasanya menjadi penampungan air untuk mengairi sawah para petani, saat ini sudah mengering sejak beberapa bulan terakhir," kata Sahwani, petani dari Kecamatan Batuan, Rabu (29/7/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sementara itu, pemerintah setempat belum melakukan langkah taktis untuk menanggulangi kekeringan.
Sejumlah petani pun terpaksa memotong tanaman padi mereka yang baru berusia dua bulan untuk dijadikan pakan ternak sapi.
Menurut Sahwani, setiap tahun petani di Kecamatan Batuan biasanya menanam padi sampai panen sebanyak dua atau tiga kali setahun. Namun, saat ini semua air irigasi kering akibat tidak ada air.
Kekeringan melanda sekitar 28 desa di 12 kecamatan di Sumenep. Sebanyak 15 desa di antaranya tergolong kekeringan kritis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
