Ritual sedekah desa berupa kirab 17 gunungan hasil bumi, yaitu palawija dan berbagai macam buah-buahan hasil panen petani di Desa Wonokerto. Gunungan kemudian dikirab sejauh dua kilometer dari lapangan SD Negeri Wonokerto di Dusun Wonokerso menuju lapangan Polindes di Dusun Pulerejo.
Acara juga dimeriahkan dengan karnaval kostum dari warga desa. Ada yang memakai baju glamor bak peragawati, ada juga yang memakai kostum warok.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Usai dikirap, gunungan didoakan oleh tokoh agama Desa Wonokerto. Selesai didoakan, gunungan diperebutkan warga desa.
.jpg)
Gunungan sedekah desa dikirab sejauh dua kilometer -- MTVN/Nurul Hidayat
Kepala Desa Wonokerto Bambang Kuswoyo mengatakan, peringatan sedekah desa sebelum Ramadan ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan tanam warga. Sekaligus untuk mempererat gotong royong masyarakat.
"Ritual sedekah desa merupakan agenda tahunan. Tahun ini peringatan sedikti berbeda. Jika sebelumnya satu dusun satu gunungan, tahun ini setiap Rukun Tetangga membuat gunungan, Sehingga, total ada 17 gunungan yang dikirab," jelas Bambang.
Bambang berharap, Desa Wonokerto terus diberi kelimpahan rezeki serta pembanguna sarana dan prasarana lebih maju. Taraf kehidupan masyarakat Desa Wonokerto juga lebih baik dari tahun ke tahun.
"Animo masyarakat cukup tinggi. Jika dikehendaki, acara ini bisa menjadi destinasi baru wisata di Kabupaten Jombang," tutup Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
