Staf Humas Ponpes Bahrul Ulum Abdul Latif Malik mengatakan pihaknya berupaya mensterilkan area muktamar dari kampanye partai politik. Menurutnya langkah ini berdasarkan hasil musyawarah yang menginginkan wilayah Tambakberas bersih dari kampanye politik.
"Tindakan murni dari hasil keputusan keluarga yang mengingikan area muktamar dan pondok pesantren bersih dari atribut partai politik," kata Abdul Latif Malik di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (25/7/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pria yang akrab disapa Gus Latif ini memastikan Ponpes Bahrul Ulum tidak hanya steril dari kegiatan politik saat muktamar saja. Bahkan keluarga Ponpes Bahrul Ulum yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah pun dilarang memasang atribut kampanye di sekitar ponpes.
"Di pelaksanaan kampanye pilpres dan pilkada juga kawasan ponpes harus steril dari atribut partai. Bahkan jika ada keluarga pondok yang mencalonkan diri, dilarang keras memasang atribut kampanye di Ponpes," imbuh dia.
Pantauan Metrotvnews.com, salah satu atribut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang terpasang di pintu masuk Ponpes Bahrul Ulum dicopot. Spaduk atas nama Ir H Modir A Roffi itu terpasang tanpa sepengatuhuan pengurus Ponpes Bahrul Ulum.
Ponpes Bahrul Ulum merupakan satu dari empat ponpes yang ditunjuk sebagai tempat menginap para peserta muktamar (Muktamirin). Tiga pondok pesantre lainnya adalah Ponpes Tebuireng, Ponpes Darul Ulum (Peterongan), dan Ponpes Mambaul Ma'arif (Denayar).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
