Gubernur lantik lima pejabat di Pemprov Jatim, MTVN - Amaluddin
Gubernur lantik lima pejabat di Pemprov Jatim, MTVN - Amaluddin (Amaluddin)

Lantik 5 Pejabat, Gubernur Fokus Kembangkan RS Bertaraf Internasional

pemerintah daerah
Amaluddin • 31 Juli 2016 01:19
medcom.id, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo melantik lima pimpinan tinggi pertama eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pekerjaan utama mereka yaitu meningkatkan kinerja dan pelayanan dasar pada masyarakat.
 
Pelantikan berlangsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu 30 Juli 2016. Kelima orang itu yaitu:
1.Bangun Trapsila Purwaka menggantikan Harsono sebagai Direktur RSUD Dr Soedono Madiun.
2. Harsono menjadi Kepala Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) RSUD. Dr. Soetomo, menggantikan Suprayitno.
3. Supriyatno menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) Malang, menggantikan Muhamad Idrus. 
4. Idrus menggantikan kedudukan Cipto Wahyono sebagai Sekda Kota Malang
5. Cipto Wiyono pindah menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum dan Politik.
 
Pakde Karwo, demikian Gubernur akrab disapa, mengatakan perombakan dan mutasi ini adalah upaya untuk meningkatkan kinerja aparatur negara pelayanan kepada masyarakat. Untuk mencapainya, kata dia, perlu dilakukan berbagai cara, salah satunya dengan merombak para petinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu tugas utama eselon II itu yaitu menjadikan RSUD Dr Soetomo setingkat dengan rumah sakit internasional sesuai dengan standar dari JCI (Joint Commision Internasional). JCI merupakan badan akreditasi non profit yang berpusat di Amerika Serikat, bertugas menetapkan dan menilai standar performa para pemberi pelayanan kesehatan. 
 
"JCI ini adalah lembaga independen luar negeri yang ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai pelaksana akreditasi," jelas Gubernur.
 
Kata Pakde Karwo, akreditasi tersebut mempunyai empat tujuan. Diantaranya, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit dengan meningkatkan mutu dan keselamatan pasien. Proses administrasi, biaya serta penggunaan sumberdaya lebih efisien. Menciptakan internal rumah sakit yang lebih kondusif untuk penyembuhan, pengobatan dan para perawat mendengarkan pasien, keluarga. 
 
Untuk mencapai akreditasi JCI, RSUD Dr Soetomo saat ini terus melakukan pembangunan agar sarana yang ada sesuai dengan standar internasional. Misalnya, saat ini masih dilakukan pembagunan sarana dan prasarana yang menelan biaya sebesar Rp1,8 triliun. 
 
"Pembangunan sarana itu akan rampung pada tahun 2018. Biaya berasal dari pemasukan yang diterima biaya pengobatan pasien RSUD. Dr. Soetomo sendiri," jelasnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif