Satu di antara peserta seminar Januar Adi Nugraha mengatakan, acara seperti itu sangat penting diketahui masyarakat. Sehingga masyarakat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di industri televisi.
"Selama ini kita tahunya hanya tayangannya di TV. Tapi, proses pruduksinya itu yang semestinya kita ketahui. Karena membutuhkan kreativitas dan pengalaman lebih," ujarnya, di Surabaya, Kamis (20/4/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Menurut Adi, apa yang dijelaskan narasumber dalam seminar jurnlistik itu, cukup menambah pengetahuan baru dalam dunia pertelevisian.
"Apalagi bagi mahasiswa yang aktif di kegiatan pers, sangat bermanfaat ilmunya," tambah dia.
Ketua Bidang Hubungan Lembaga Masyarakat dan Internasioanl, R Shanti Ruwyastuti mengatakan, acara ATVSI Peduli di Surabaya ini, khususnya acara yang digelar di Unair mencoba menunjukkan kepada mahasiswa dapur kreatif di industri televisi. Selain itu, juga memberikan edukasi kepada mahasiswa terkait jurnalistik.
"Kami ingin transparan kepada masyarakat, bagaimana sebenarnya dapur redaksi yang ada di televisi. Kalau biasanya televisi selalu mendpatkan kritikan terkait tayangannya, sekarang kami ingin transparan kepada masyarakat," kata pembicara dari Metro TV itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
