"Sengaja kami pasang bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan kami kepada pendidik anak-anak kami," kata Sukaria, 59, Senin, 27 Februari 2017.
Sukaria masih tak menyangka, rekreasi rombongan guru dalam rangka pisah sambut kepala sekolah itu berujung maut. Keramahan guru di SD Negeri Jimbaran Wetan dan Jimbaran Kulon membuat para orang tua merasa kehilangan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Terus terang kami merasa kehilangan dengan kejadian ini," katanya.
(Baca: Rekreasi Pisah Sambut Kepala Sekolah di Sidoarjo Berakhir Duka)
Suasana duka juga nampak di SD Negeri Jimbaran Wetan dan Jimbaran Kulon. Siswa sengaja dipulangkan lebih awal, karena sejumlah guru menghadiri pemakaman rekan mereka yang telah tiada.
"Sekolah masih berduka atas kepergian guru maupun kepala sekolah," kata Hadi Paryitno, guru di SD Negeri Jimbaran Wetan.
Sebelum dipulangkan, guru dan siswa mengadakan doa bersama. Tak sedikit para siswa dan guru bercucuran air mata mengenang guru mereka.

Siswa dan guru SD Negeri Jimabaran Wetan berdoa bersama -- MTVN/Syaikhul Hadi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
