"Ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro naik cukup tajam, sebab tiga jam sebelumnya hanya 12,82 meter," kata Suyono, petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo, dikutip Antara di Bojonegoro.
Dalam waktu bersamaan, kata dia, ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari kota, juga merangkak naik menjadi 28,05 meter mendekati siaga I (29 meter).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sebelumnya, ketinggian air Bengawan Solo di daerah setempat masih pada posisi 27,9 meter pukul 06.00 WIB.
"Naiknya air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, disebabkan pengaruh banjir di daerah hulunya, antara lain Madiun dan sekitarnya," jelas dia.
Dua hulu Bengawan Solo di daerah Pegunungan Sewu, Wonogiri dan Ponorogo, bermuara di daerah Gresik.
Sesuai data, katanya, ketinggian air Bengawan Solo di Ndungus, Ngawi, mencapai 8,7 meter (siaga III), pukul 08.00 WIB. "Meskipun air Bengawan Solo di hilir Jatim naik, tapi kondisi masih terkendali," ucapnya.
Dengan masuk siaga banjir, katanya, pemantauan air Bengawan Solo di Bojonegoro dilakukan satu jam sekali, yang sebelumnya tiga jam sekali.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Sukirno, menjelaskan pihaknya terus memantau cuaca hulu Bengawan Solo.
Pemantauan cuaca berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya. Sesuai data BMKG Juanda, Surabaya, menyebutkan bahwa di Ngawi, Bojonegoro, Madiun dan Magetan, terjadi hujan ringan dan di Ponorogo terjadi hujan sedang dalam dua hari ini.
"Laporan terkait Waduk Gajahmungkur di Wonogiri, Jawa Tengah, juga tidak ada pembuangan air melalui saluran pelimpah yang bisa menambah besarnya banjir di hilir Jatim," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
