"Mereka yang hadir kita bekali bagaimana mengatur lalu lintas yang baik. Keberadaan mereka nantinya diharapkan dapat membantu kinerja para anggota di lapangan," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Mojokerto Ajun Komisaris Polisi Wikha Ardilestanto di kantornya, Jalan Bhayangkara, Mojokerto, Jawa Timur, Senin 12 Juni 2017.
Menurut Wikha, `pak ogah` yang mendapatkan pelatihan kali ini adalah mereka yang biasa beroperasi di wilayah hukum Polres Mojokerto. Terutama mereka yang beroperasi di jalur yang dilalui pemudik, yakni jalan Surabaya-Madiun dan Mojokerto-Pasuruan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Wikha menjelaskan, `pak ogah` mendapatkan pelatihan tentang 12 gerakan dasar dalam pengaturan lalu lintas, yakni setop semua jurusan, setop jurusan tertentu, setop depan, setop belakang, jalan kanan, jalan kiri, percepat kanan, percepat kiri, perlambat kanan, perlambat kiri, dan setop depan belakang.
"Nantinya `pak ogah` ditempatkan di simpul-simpul rawan macet," imbuh Wikha.
`Pak ogak`, lanjut Wikha, akan mendapatkan pelatihan selama sepekan. Mereka diharapkan selalu hadir agar nantinya dapat mengaplikasikan ilmunya saat arus mudik dan balik Lebaran 2017 atau saat Operasi Ramadniya 2017.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
