Penutupan aktivitas sembilan jalur penerbangan ini akibat sebaran abu vulkanik Gunung Bromo. Rute penerbangan Malang-Jakarta dan Malang-Denpasar dipenuhi butiran abu vulkanik. Abu vulkanik dinilai berbahaya terhadap mesin dan perangkat pesawat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Abdul Rachman Saleh, Suharno, menyebut penutupan diperpanjang mengingat kondisi jalur penerbangan tidak dimungkinkan dilewati pesawat. Hal tersebut tentunya dapat mengancam keselamatan penumpang apabila penerbangan dilakukan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Faktor force majeure, kami tidak dapat berbuat banyak," kata dia, saat dihubungi Metrotvnews.com, Sabtu (9/1/2016).
Akibat penutupan tersebut, dari lima maskapai yang biasa beroperasi, hanya Garuda Indonesia yang membatalkan penerbangan. Sedangkan, empat maskapai lain mengalihkan jadwal pemberangkatan lewat Bandara Juanda, Sidoarjo.
Saat ini, Bromo terlihat jelas dengan asap kelabu sedang-tebal, tekanan skala sedang-kuat. Ketinggian asap berkisar 600 meter dari puncak atau 2.929 mdpl ke arah barat. Terdengar suara gemuruh dari kawah, teramati sinar api samar-samar sesekali dari kawah. Gunung Bromo masih siaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
