Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim, Isa Anshori, mengatakan kekerasan itu berupa fisik, psikis, bahkan seksual. Sebanyak 20 persen kasus menyeret guru sebagai pelaku.
"Dengan kata lain, sekolah belum bisa menciptakan suasana yang nyaman bagi peserta didik," kata Isa di Surabaya, Jatim, Rabu (23/11/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Kenyataan itu bertolak belakang dengan tujuan menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang aman dan nyaman. Sebab, lingkungan sekolah merupakan sistem pengawasan pengganti orang tua.
"Peserta didik saat menginjak halaman sekolah justru mulai tak nyaman. Ditambah lagi ada tekanan dari guru," tambah dia.
Dari beberapa laporan yang diterima LPA Jatim, secara umum kekerasan pada anak di Surabaya jumlahnya meningkat. Dari pendampingan yang dilakukan, ditemukan selain sekolah, faktor keluarga juga rentan dengan kekerasan anak.
"Kalau di rumah yang banyak kekersan psikis, ada tekanan. Akibatnya anak menjadi pemurung, takut bersosialisasi bahkan bisa sampai depresi," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
