Alik Inayah, 25, mengatakan multivitamin itu diberikan posyandu di Dusun Cepiples, Desa Singogalih, pada Kamis 9 Februari 2017. Setiap balita mendapat jarah 15 kemasan multivitamin tersebut.
"Waktu dibagikan, kamu enggak tahu kalau sudah expired (masa berlaku berakhir). Baru ketahuan saat mau diminumkan ke anak," kata Alik, warga Dusun Cepiples, Sabtu 11 Februari 2017.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Alik bersyukur segera mengetahui kondisi multivitamin itu. Ia khawatir anaknya mengalami gangguan kesehatan bila mengonsumsi minuman tersebut.
Misman, Humas Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Tarik, membenarkan kejadian tersebut. Ia mendapat informasi dari warga yang mendapat jatah multivitamin kedaluwarsa.
"Awalnya saya enggak tahu kalau multivitamin itu masih saja diberikan. Padahal, Multivitamin itu beredar sejak Agustus hingga September lalu," kata Misman.
Sehingga pada 2017, lanjut Misman, tak ada pemberian multivitamin lagi. Lantaran itu ia kaget setelah mendapat informasi tersebut.
Misman mengaku sudah memerintahkan penarikan multivitamin dari warga. Menurut keterangan posyandu, belum ada balita yang mengonsumsi multivitamin itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
