Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty, meresmikan Kampung KB di Desa Leprak, dok
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty, meresmikan Kampung KB di Desa Leprak, dok (Amaluddin)

Desa Leprak Bondowoso Memenuhi Syarat Jadi Kampung KB

keluarga berencana
Amaluddin • 21 April 2016 16:59
medcom.id, Surabaya: Desa Leprak di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, resmi menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB). Desa itu dianggap layak dan memenuhi syarat menjadi Kampung KB.
 
Desa Leprak merupakan wilayah ke-25 jadi Kampung KB di Jatim. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty, meresmikan program di Desa Leprak itu pada Kamis 21 April.
 
"Dengan Kampung KB ini, dalam membangun kampung/daerah untuk terwujudnya keluarga kecil bahagia dan sejahtera demi kejayaan Indonesia yang kita cintai," kata Chandra dalam keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Chandra, Desa Laprak sudah memenuhi syarat untuk menjadi Kampung KB. Di antaranya, jumlah jiwa yang mempunyai akte kelahiran hanya 7,27 persen, UKP 21,81 persen, penduduk usia 15-24 tahun berpendidikan SD 73,41 persen, jumlah peserta KB di Desa Leprak sebanyak 70,55 persen dengan KB MKJP 34,78 persen. 
 
Terlebih lagi, kata dia, Desa Laprak ini belum ada kelompok Bina Keluarga Anak & Remaja (BKR), Bina Keluarga Lanjut Usia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dan Pusat Informasi dan Konseling (PIK). 
 
"Sehingga perlu ada sentuhan program ketahanan dan pemberdayaan keluarga serta program Genre dimana melalui program tersebut kita berharap Generasi Muda di Desa ini dapat mempunyai pemikiran ke depan untuk mengelola kehidupannya dengan merencanakan meningkatkan pendidikannya/sekolah setingggi mungkin, kapan bekerja, kapan harus menikah dan punya anak," harapnya.
 
Menurut dia, Kampung KB menjadi inovasi strategis dalam upaya realisasi pelaksanaan kegiatan-kegiatan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh dan terintegrasi, yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat di tingkat desa/dusun dalam upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas.
 
"Kampung KB merupakan miniatur pelaksanaan program KB secara terpadu dan komprehensif di tingkat lini lapangan (desa/kelurahan/dusun/RW)," katanya.
 
Program Kampung KB mulai dilaksanakan di seluruh Indonesia secara serentak pada 2016. Program ini tak lain merupakan revitalisasi program KB yang lebih diarahkan untuk mendukung implementasi Nawacita terutama pada cita ketiga, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran.
 
Tujuan Kampung KB sendiri untuk mensosialisasikan memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya KB. Sebab, menurutnya, ketidakpahaman masyarakat terhadap KB masih tinggi. "Maka itu kami (BKKBN, red) terus gencar melakukan program ini," pungkasnya.
 
Untuk di Jatim sendiri, jumlah peserta KB tercatatat sebanyak 7,8 juta dengan peserta aktif sebanyak 5,9 juta jiwa. BKKBN mendorong agar jumlah kepesertaan KB di usia produktif 19-40 tahun meningkat sehinga keluarga ideal bisa terjaga.
 
Selain Bondowoso, BKKBN juga tekah meluncurkan program Kampung KB di beberapa daerah di Jatim. Diantaranya Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Gresik, Malang, Tulungagung, Madiun, Jember, Mojokerto, dan Banyuwangi. Kedepannya, sebanyak 38 Kabupaten/Kota di Jatim akan memiliki Kampung KB.
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif