"Tapi mereka tidak memproduksi sandal itu (berlafadz identik Allah) karena sudah kami hentikan. Sandal biasa yang kami produksi," kata Manager Operasioanl PT Pradipta Perkasa Makmur, Hengky, Selasa (13/10/2015).
Produksi sandal dikerjakan di dalam perusahaan yang beralamat di Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sekitar 50 karyawan bekerja memproduksi sandal di dalam pabrik yang telah berdiri enam tahun terakhir ini.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Hengky menyatakan, produksi setiap hari pabrik sandal ini sekitar 30 ribu pasang. Total ada sekitar 600 karyawan yang mengerjakannya dengan dibagi menjadi tiga jadwal jam kerja.
"Kami kecolongan dan tidak tahu kalau ada motif sandal yang begitu. Kami berjanji akan menariknya dari pasar. Jika masih beredar kami siap menerima konsekuensinya," katanya.
Alat produksi sandal itu didatangkan dari Tiongkok. Sandal bermotif ejaan arab yang identik dengan lafadz Allah itu mulai diproduksi sejak 14 September 2014. Pihak perusahaan selama ini tidak mengetahui jika ada sandal produksinya miril lafadz Allah.
Kasus ini hingga saat ini masih dalam penyelidikan aparat Polres Gresik. Sejumlah saksi termasuk pemilik telah diperiksa. Belum ada tersangka dalam kasus ini. Namum, polisi telah menyita sisa produksi sandal sebanyak 609 pasang dan tiga alat produksi yang didatangkan dari Tiongkok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
