New Urban merupakan tema utama dalam pertemuan The Third Preparatory Committee (PrepCom III) yang diselenggarakan di Kota Surabaya. Hasil dari pertemuan di PrepCom III ini nantinya akan dibawa ke sidang UN Habitat III di Quito, Ekuador, pada Oktober.
Bersamaan dengan itu, Basuki mengatakan, delegasi Indonesia menawarkan tiga hal dalam upaya mengefektifkan pembangunan kota baru, yakni merumuskan regulasi, perencanaan, dan pembiayaan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Tiga hal itu sedang kita perjuangkan untuk bisa dibawa dan disahkan di sidang UN Habitat III nanti," kata Basuki, didampingi Sekjen UN Habitat, Joan Clos, saat jumpa pers di Grand City Convention, Surabaya, Senin (25/7/2016).
Konsep New Urban, kata Basuki, didasari budaya urbanisasi yang saat ini tidak bisa dihindari. "Kalau pembangunan desa berhasil, pasti warga desa tak akan pindah kota. Sebab, perekonomian di desa bertumbuh," kata dia.
Basuki berharap konsep New Urban ke depan juga tak melulu berfokus pada penggusuran. "New Urban harus bisa dibangun dengan menata, tidak lagi menggusur," kata dia.
Kampung nelayan Kenjeran, kata Basuki, dibangun dengan tak menggusur bangunan warga. Pemerintah Kota Surabaya justru menatanya dengan memperbaiki sanitasi dan membenahinya menjadi kawasan wisata mandiri.
"Penataan seperti inilah yang diharapkan menjadi contoh New Urban yang nantinya diterapkan oleh negara-negara anggota PBB," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
