Sekretaris Desa Pragaan Daya, Mohammad Haruji Saleh, mengaku dulu masyarakat biasa BAB sembarangan. Mereka buang hajat di sungai atau tegalan. Saat itu, lanjut Haruji, warga belum menyadari pentingnya membangun kamar mandi tertutup atau WC.
Kondisi berbeda dalam beberapa waktu tahun terakhir. Desa dengan jumlah penduduk kurang lebih 9.000 orang itu pun berubah. Warga mengubah kebiasaan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Sekarang warga sudah punya WC di rumah masing-masing," ujar Haruji di Sumenep, Kamis 15 Maret 2017.
Salah satu dampak dari mengubah kebiasaan itu yaitu aktivitas pertanian. Warga lebih nyaman mengelola sawah yang berlokasi tak jauh dari tegalan. Tak ada lagi bau tidak enak.
"Udara juga jadi lebih segar, Alhamdulillah," ungkap Haruji.
Haruji bersyukur, karena warga tidak usah disuruh membangun WC. Warga sadar bahwa tempat pembuangan kotoran itu sangat penting, terutama dalam menjaga kesehatan. Penyakit diare yang biasanya menjangkiti warga, kini jarang dijumpai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
