Muhammad Mufid, warga Kecamatan Mojoagung, mengaku sapuan angin kencang cukup mengerikan. Tak sedikit rumah warga yang rusak. Ia dan warga lain pun khawatir reruntuhan bangunan dan pohon tumbang bakal merenggut korban.
Lantaran itu, Mufid dan warga lain mengantisipasi kemunculan angin kencang. Salah satu caranya yaitu mengenali tanda-tanda 'kedatangan' angin.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Biasanya, angin berhembus cukup kencang. Awan jadi lebih pekat," kata Mufid, 29.
Bila menemukan tanda-tanda itu, Mufid pun mengingatkan warga lain. Mereka lalu beramai-ramai menyelamatkan diri ke tempat lebih aman.
Mereka akan meninggalkan rumah. Mereka berbondong-bondong ke tempat lapang atau pelataran rumah.
Mojoagung merupakan satu dari beberapa lokasi yang berpotensi diterjang puting beliung di Jombang. Alasannya, kawasan tersebut terletak di lereng Pegunungan Anjasmoro. Kawasan berupa dataran rendah 'mempermudah' kedatangan angin kencang.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang Nur Huda mengingatkan warga soal awan hitam pekat. Nur Huda mengingatkan itu merupakan salah satu tanda akan terjadi puting beliung.
Selain Mojoagung, Nur Huda menyebutkan puting beliung berpotensi terjadi di Kecamatan Wonosalam dan Gudo. Terakhir, puting beliung menerjang Gudo pada 1 Oktober. Puluhan rumah warga rusak.
Baca: Puluhan Rumah di Jombang Rusak Dihantam Puting Beliung
Lantaran itu, kata Huda, BPBD menjalin komunikasi dengan pemerintah desa mengenai ancaman tersebut. Kondisi cuaca juga menjadi pembahasan dalam koordinasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
