Hal itu disampaikan oleh Khofifah dalam acara peringatan Harlah 71 Tahun Muslimat Nahdlatul Ulama. Menurutnya, membangun harmoni dan menyatukan langkah membangun Indonesia terkandung dalam tema harlah Muslimat NU, yaitu "Satukan Langkah Membangun Negeri, Menjaga NKRI."
Khofifah menyadari cara yang diterapkan setiap individu untuk membangun negeri ini tidak sama. Di tengah perbedaan itu diharapkan, setiap orang memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun Indonesia menjadi lebih baik.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Cara kita membangun negeri berbeda-beda. Lalu, bagaimana kemudian kita bersama-sama menyatukan langkah yang beda ini agar memiliki ending yang sama," kata Khofifah, di Kantor Cabang Muslimat NU Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu, 8 April 2017.
Di hadapan Ketua DPRD Jawa Timur Halim Iskandar, Bupati Kabupaten Pasuruan Irsyad Yusuf, pengurus cabang dan ribuan anggota Muslimat NU cabang Pasuruan, Menteri Sosial RI itu menyampaikan, jika harmoni tidak terbangun dengan baik di tengah perbedaan, maka akan terjadi kontra produktif dalam rangka menyejahterakan rakyat Indonesia.
Khofifah mencontohkan, salah satu bentuk kontra produktif yang terjadi akibat ketidakharmonisan membangun dan menyejahterakan bangsa, yaitu adanya ketimpangan sosial.
"Jika ketimpangan sosial terjadi antara kota dan desa, antar Jawa dengan pulau di luar Jawa tidak kita bangun harmoni, maka itu bisa terjadi kontra produktif," ucapnya.
Oleh karena itu, Khofifah mengajak seluruh pihak agar menyelaraskan upaya membangun negeri melalui program yang dinilai produktif, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan yang menjadi salah satu syarat utama membangun Indonesia menjadi lebih baik.
"Jangan melakukan sesuatu yang kontra produktif terhadap pembangunan NKRI," kata Khofifah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ROS)
