Kondisi terparah dialami warga di Dusun Teben, Dusun Pereng, dan Dusun Nandih. Ketinggian air di tiga dusun tersebut mencapai sekitar 1,5 meter. Permukiman penduduk di tiga dusun itu sangat dekat dengan Sungai Kemuning Sampang.
Meski air yang masuk ke rumah warga sudah cukup tinggi, belum tampak warga mengungsi. Warga memilih bertahan di rumahnya sambil terus memantau pergerakan air.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Air masuk mulai pukul 02.00 WIB tadi, setelah kemarin seharian hujan deras. Kalau banjir terus naik, warga pasti mengungsi ke balai desa," ujar perangkat Desa Kamuning, Zainal Abidin, Rabu (27/4/2016).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Wisnu Hartono, mengatakan, banjir yang merendam Desa Kamuning akibat guyuran hujan di wilayah Kecamatan Robetal, Kedungdung dan Karang Penang sejak Selasa, 26 April siang.
"Ini banjir kesekian kalinya yang terjadi selama musim hujan tahun ini, akibat luapan Sungai Kemuning. Diperkirakan Kota Sampang juga akan terkena dampak banjir," jelas Wisnu.
Dia mengimbau warga tetap waspada, terutama yang berada di wilayah rawan banjir, seperti Kelurahan Delpenang, Rongtengah, Gunung Maddah dan Panggung dan Pasean. Pasalnya, jika debit aliran air Sungai Kemuning terus tinggi, sangat dimungkinkan banjir kembali menggenangi jalan utama Kota Sampang, sebagaimana yang terjadi sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
