Amin, 38, misalnya. Warga desa Ketajen, kecamatan Gedangan, itu mengaku kerap memergoki pengendara membuang sampah ke sungai. "Hampir setiap hari," katanya kepada Metrotvnews.com, Kamis, 27 Juli 2017.
Baca: Ikan di Sungai Sidoarjo Alami Intersex
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Biasanya, para pengendara membungkus popok bekas dengan plastik. Padahal, di dekat sungai itu ada tempat pembuangan sampah. Namun, warga memilih menghanyutkan popok bekas pakai ke sungai.
"Kalau warga sekitar sini jarang buang sampah ke sungai. Kan TPS-nya ada dua," kata Amin.
Akhir pekan ini, warga setempat berencana kerja bakti membersihkan sungai. Sejak 2015, warga belum pernah lagi membersihkan sungai. Cuma belakangan, ada petugas yang mengeruk sungai.
Tumpukan sampah sempat mengakibatkan banjir di wilayah sekitar. Banjir hingga ketinggian lutut orang dewasa.
Sementara, aktivis Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menyebut tumpukan sampah membuat ekologi sungai rusak. Mereka juga membawa sampah popok bekas ke kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo, pada Selasa, 25 Juli 2017. Popok bekas ditemukan di tiga sungai di Sidoarjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
