Saat ditanya terkait apa yang dialaminya selama dibawa kabur pacar, KK seringkali diam.
"Dia hanya jawab tidak ingat, lupa, tidak ingat, begitu terus,” ujar pendamping KK dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Vira Meyrawati Raminta, di Mapolsek Taman, Sidoarjo, Selasa (17/5/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Vira mengindikasikan KK mengalami pencabulan dan akan terus berupaya mendampingi korban. Pasalnya, meski terkesan lebih banyak diam dan tertutup KK tetap ingin melanjutkan sekolah yang telah dia tinggalkan selama beberapa pekan.
"Dalam waktu dekat ini kami akan dampingi korban dan segera melakukan koordinasi dengan pihak sekolah korban. Jadi semua pihak harus mendukung biar korban bisa sekolah lagi,“ katanya.
Vira menyebut saat ini kondisi KK masih dalam masa pemulihan. Prosesnya pun tergantung pada korban.
“Ada yang cepat, ada yang lama, bahkan ada yang sangat lama. Semua tergantung pribadi korban. Tugas kita hanya mendukung,” terangnya.
Dia menyarankan, agar semua pihak tidak menanyakan kejadian-kejadian pahit yang pernah dialami korban. Sebab, semakin banyak pertanyaan maka semakin korban dipaksa mengingat kejadian-kejadian itu. Sehingga, membuat korban sulit menenangkan diri.
"Sebetulnya, korban lebih gampang membuka diri. Pihak keluarga memilih kita. Jadi keluarga harus bisa trust kepada kita. Dengan perlahan, korban akan mulai terbuka juga kepada kita,” tandasnya.
Sebelumnya, KK (14), mengalami trauma setelah dibawa kabur pacarnya Ardi Dwi Susanto (19). Dia dibawa kabur selama dua pekan. Saat ini Ardi sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di Tahanan Mapolsek Taman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(MEL)
