"Ini sebagai bentuk pesan moral agar Muktamar NU berjalan sukses dan tidak ada konflik antarkelompok demi kepentingan tertentu," kata Muhammad Holis Satriawan usai melukis cepat di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/7/2015) malam.
Seniman yang juga pendiri Yayasan Seni untuk Bangsaku itu, melukis situasi Muktamar NU yang tengah terjadi saat ini di atas kanvas dengan tema 'Bangkitlah Ulamaku.' Dalam lukisannya, Holis menggambarkan kursi panas yang tengah diperebutkan di Muktamar NU di Kabupaten Jombang. Dia membuat kursi bermahkota sebagai simbol kehormatan warga NU dan melukis wujud wajah samar yang siap menempati kursi nomor satu di ormas Islam terbesar di Tanah Air itu.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Saya mewakili seniman Jatim dan warga NU, sangat berharap Muktamar berjalan aman, damai, lancar tanpa adanya konflik," katanya.
Sebelum Muktamar, ia menilai situasi sudah 'panas.' Ia pun berharap situasi ini tak merembet sampai acara berlangsung.
"Muktamar jangan sampai ada fitnah. Karena ini kegiatan umat untuk memilih calon pemimpin. NU bukan milik perseorangan, tapi milik umat, milik bangsa. NU ikut andil, memiliki peran besar berdirinya bangsa ini," kata seniman berambut gondrong itu.
Rencananya, lukisan tersebut akan diberikan kepada pemimpin baru NU terpilih. Lukisan itu akan ditempatkan di Kantor Pusat Pengurus Besar NU di Jakarta.
"Sebenarnya saya ingin membawa lukisan ini ke Muktamar, tapi kondisinya tidak memungkinkan karena pengurus sibuk menjalankan kegiatannya. Jadi, setelah Muktamar saya antarkan ke Jakarta," ujarnya.
Muktamar ke-33 NU diselenggarakan pada 1-5 Agustus 2015 di Alun-alun Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Rangkaian kegiatan Muktamar juga akan digelar di empat pondok pesantren di Jombang yakni Tebuireng, Tambakberas, Darul Ulum dan Denanyar. Rencananya, Muktamar ke-33 NU ini akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
