Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku sudah mengusulkan pembangunan bandara di Pacitan. Tujuannya untuk mengembangkan dan meningkatkan wilayah Pacitan dari ketertinggalan. Namun, rencana itu seperti bertepuk sebelah tangan sebab pihak Lanud Iswahyudi belum memberikan lampu hijau terkait rencana itu.
Terkait hal itu, pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu mengusulkan kepada pemerintah pusat agar memindahkan Lanud Iswahyudi ke Morotai, Maluku Utara.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Pacitan harus dikembangkan jadi City Link, sehingga perlu bandara untuk melancarkan transportasi nantinya," kata Soekarwo, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/4/2016).
Selama ini, kata dia, jalur transportasi darat di Pacitan terkendala kontur perbukitan yang menutup kawasan itu. Sementara jalan darat utama dari Ponorogo ke Pacitan juga rawan longsor. Begitu juga jalur dari Trenggalek ke Pacitan.
Ia pun mengusulkan Lanud Iswahyudi di Madiun dipindahkan ke daerah yang lebih ideal. Menurut Pakde Karwo, lokasi Lanud Iswahyudi tidak ideal. Sebab, lokasi ideal untuk latihan perang berada di daerah pinggiran, bukan di daerah perbukitan.
"Lanud Iswahyudi juga menjadi kendala usulan pembangunan bandara, karena Pacitan masuk zona latihan pesawat tempur," katanya.
Hal senada juga disampaikan Bupati Pacitan Indartato. Dia mengatakan, usulan pembangunan bandara di Pacitan sebenarnya sudah dilakukan sejak 2004. Namun, kata dia, usulan pendirian bandara di Pacitan terkendala keputusan Kepala Staf Angkatan Udara yang menyatakan wilayah udara Pacitan masuk zona latihan pesawat tempur.
"Sejak saat itu, kami sebenarnya telah menyusun rencana dengan menggandeng ITS, Ibu Susi Pudjiastuti sebagai pemilik Susi Air juga telah kami dihubungi dan siap untuk menyediakan pesawat guna melayani penerbangan perintis di Pacitan," kata Indartato.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
