"Jika dalam satu daerah sudah terserang fusarium, maka harus diganti dengan tanaman lain, semisal tanaman jagung atau palawija lain, jangan ditanami cabai lagi karena hasilnya pasti akan sama," ujar Imron Rosadi, petani cabai, di desa Temuireng Kecamatan Dawarblandong Mojokerto.
Menurut pemuda bergelar sarjana pertanian ini, Fusarium dapat diatasi dengan cara mencampurkan Kapur bangunan dengan media tanah yang akan digunakan untuk menanam cabai. Sehingga tingkat keasaman tanah berkurang.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Di beberapa petak yang saya coba berhasil dan tanaman cabai bisa tumbuh," imbuhnya.
Namun menurut Imron, penambahan batu kapur bangunan di media tanah juga memerlukan modal yang tidak sedikit. Sehingga petani tidak sanggup guna mencukupi modal tanam tersebut.
"Karena dalam ukuran 1,5 hektar saja bisa menghabiskan dana sekitar Rp15 juta rupiah untuk biaya tanam, jika ditambah dengan harus membeli kapur bangunan maka biaya akan sangat membengkak," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
