Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Jawa Timur, Setiajit. Medcom.id/Amaluddin
Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Jawa Timur, Setiajit. Medcom.id/Amaluddin (Amaluddin)

Pemerintah dan Polisi Buru Ratusan Tambang Ilegal di Jatim

tambang ilegal
Amaluddin • 24 Juni 2019 17:24
Surabaya: Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Jawa Timur dan Kepolisian Daerah (Polda) Jatim membentuk satuan tugas (satgas) untuk menindak pertambangan ilegal di wilayahnya. Ada sekitar 200 lebih tambang ilegal tercatat di wilayah Jawa Timur.
 
"Kami juga sudah membentuk satgas untuk mengindentifikasi tambang-tambang di Jatim. Nantinya, kami akan tindak bersama Polda Jatim,” ujar Kepala Dinas ESDM Setiajit, di Surabaya, Senin, 24 Juni 2019.
 
Sekitar 200 lebih tambang ilegal itu tersebar di beberapa daerah di Jatim. Di antaranya, tambang ilegal mineral logam di Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Pacitan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Para penambang ini menggunakan zat yang mengandung merkuri yang bisa merusak lingkungan. Kami sudah punya data-data siapa yang bertanggung jawab termasuk pengelola tambang ilegalnya,” kata Setiajit.
 
Setiajit mengimbau masyarakat yang terlibat pertambangan ilegal segera menghentikan kegiatannya. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 mengatur seputar pertambangan ilegal karena merusak lingkungan, merugikan negara, dan masyarakat setempat.
 
Setiajit berharap masyarakat dan badan usaha melaksanakan pertambangan legal seperti yang dilakukan BUMN dan beberapa perusahaan swasta. Pertambangan legal tersebut memerhatikan kaidah pertambangan sehingga tidak merugikan lingkungan dan masyarakat setempat.
 
"Harusnya pertambangan yang sudah bagus menjadi contoh dan pembelajaran bagi pengelola tambang ilegal. Kami harap pertambangan di Jatim ke depan bisa meningkatkan perekonomian," ujarnya.
 
Pihaknya akan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pertambangan ilegal. Sanksi berat akan diberi ke penambang yang membandel. “Yakni, 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar,” kata Setiajit.
 

 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif