Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko. Foto: Metrotvnews,com/Nurul Hidayat
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko. Foto: Metrotvnews,com/Nurul Hidayat (Nurul Hidayat)

Pangdam: TNI dan NU tak Dapat Dipisahkan

muktamar nahdlatul ulama
Nurul Hidayat • 22 Juni 2015 20:59
medcom.id, Jombang: Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko mengatakan sejarah membuktikan TNI dan Nahdlatul Ulama Tidak dapat dipisahkan. Hal ini didasarkan pada masa penjajahan dan ketika pemberontakan Gerakat 30 September. Saat it, NU dan TNI bahu-bahu menjaga kesatuan NKRI.
 
"Sejarah membuktikan NU dan TNI tidak dapat dipisahkan. Untuk itu, kami sangat senang membantu kelancaran pelaksanan muktamar ke-33 NU," Eko Wiratmoko, saat melihat persiapan muktamar, Senin (22/6/2015).
 
TNI berkoordinasi dengan Polri untuk mengamankan muktamar yang dilakukan awal Agustus nanti. "Pengamanam jauh lebih ketat jika Presiden menghadiri acara ini. Personel bukan lagi siaga, namun akan langsung terjun ke lapangan," imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemungkinan TNI hanya akan menyiagakan hingga 1.000 personelnya untuk dilibatkan dalam pengamanan muktamar.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, didampingi Ketua Panitia Daerah Muktamar Ke 33 Nahdatul Ulama, Saifullah Yususf dan Jajaran Forpimda Kabupaten Jombang, mengecek langsung kesiapan empat pondok pesantren yang akan menjadi tuan rumah Muktamar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif