Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera mengatakan kemunculan teroris dari ISIS itu merupakan bagian dari perkembangan dinamika sosial di Indonesia. ISIS muncul pun merupakan bagian dari dinamika sosial.
Dua hari lalu, Densus menangkap dua terduga teroris. Satu diantaranya dibekuk di Surabaya Utara dan bernama Agus Trimulyono. Sedangkan seorang lain yaitu Syahrul Munif dibekuk di Malang.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Nah yang di Surabaya Utara itu merupakan kelompok Abu Jandal, dan berafiliasi dengan Bahrun Syah (pentolan ISIS asal Indonesia)," kata Frans di Surabaya, Rabu 21 Juni 2017.
Frans mengatakan Abu Jandal, Bahrun Syah, dan Bahrun Naim merupakan warga negara Indonesia yang berpengaruh besar di ISIS. Ketiganya merupakan pentolan ISIS yang bertugas menanamkan ideologi.
Itu terbukti saat polisi membekuk terduga Agus. Petugas menemukan beberapa dokumen dan alat komunikasi yang menunjang komunikasi kegiatan mereka.
"Makanya kami tangkap mereka. Penangkapan tersebut merupakan langkah antisipatif pihak kepolisian atas aksi teror yang hendak direncanakan kelompok tersebut," jelas Frans.
Jangan Melupakan Sejarah
Masih ingat dengan kasus Bom Bali yang menewaskan ratusan orang pada 2002? Menurut Frans, peristiwa itu memicu peledakan bom di tahun-tahun berikutnya.
"Nah siapa pelakunya? Orang Surabaya. Di setiap penangkapan, ada orang Jawa Timurnya. Tapi, bukan berarti semua orang Jawa Timur seperti itu," ungkap Frans.
Menurut Frans, kelompok teroris hidup dalam bentuk sel. Mereka bergerak di bawah permukaan. Mereka menyerang saat masyarakat lengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
