Itulah simulasi latihan perang dengan sandi Garuda Perkasa 2016. Kegiatan itu berlangsung di Lanud Abdul Rachman Saleh pada Kamis 28 April.
Skenario latihan adalah merebut kembali Lanud TNI Abdul Rachman dari teror kelompok bersenjata. Pasukan TNI menyerbu lawan sesuai dengan perintah Presiden RI dan Panglima TNI.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

(Pasukan TNI bersiap terjun payung sebagai bagian dari latihan operasi militer di Lanud Abdul Rachman Saleh Malang, Kamis 28 April 2016, MTVN - Miski)
Kepala Dinas Operasi Lanud Abdul Rachman Saleh Kol Pnb Fairlyanto mengaku bangga dengan atraksi yang menggambarkan kekuatan 'Garuda Perkasa 2016' itu. Menurutnya, latihan itu menguji pasukan TNI baik secara satuan maupun perorangan.
Seluruh kesatuan yang bertugas di Lanud Abdul Rachman Saleh terlibat. Pasukan Khas (Paskhas) pun membentuk simulasi dengan terjun payung ke lokasi kejadian di malam hari dan pagi.
"Latihan ini berkelanjutan. Tujuannya mewujudkan prajurit yang andal dan profesional," kata Fairlyanto di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Kamis (28/4/2016).

(Pasukan TNI dalam latihan operasi militer di Lanud Abdul Rachman Saleh Malang, Kamis 28 April 2016, MTVN - Miski)
Direktur Latihan Lanud Abdul Rachman Saleh, Kol Pnb Muh Arifin mengatakan kegiatan latihan dimulai pada Senin kemarin. Kegiatan itu melibatkan banyak personel dan alutsista.
Personel yang terlibat terdiri dari 29 orang Kolat, 557 orang pelaku, 52 pendukung, dan 5 orang penilai. Sementara alutsista yang digunakan yaitu Skadron Udara 21, Skadron Udara 4, dan Skadron Udara 32, personel Skatek 022, Depohar 30, Satpomau, rumah sakit dan personel Pasukan Khas TNI AU dari Yonko 464 serta Denmatra 2 paskhas dengan melibatkan empat pesawat, yakni C-130 Hercules, dan 2 pesawat C-212 Cassa.
"Sebagai pangkalan operasi, Lanud Abdul Rachman Saleh harus selalu siap karena berada di tingkat operasional yang tinggi. Setiap saat dapat tugas, kami sudah siap menjalankannya,” ungkap Arifin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
