Warga Dusun Krajan, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ini sudah ditinggalkan sejak 2005, saat masih berusia tujuh bulan.
Rahayu mengaku tidak pernah melihat sosok ibunya. Hingga akhirnya kabar buruk kematian Wiji menghampiri telinganya. Wiji dibunuh dan jasadnya ditemukan di sebuah halaman toko di Distrik Mong Kok, Hongkong, belum lama ini.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Kabar itu mengiang dalam pemberitaan media massa. Ayu bahkan sudah memegang video kematian Wiji yang ia unggah dari media social melalui ponsel miliknya. Dalam rekaman video itu, petugas kepolisian Hongkong nampak mengevakuasi dan mengidentifikasi jasad sang ibu.
“Saya tahu wajah ibu saya dari foto yang dia kirim sepuluh tahun lalu. Pernah ngomong melalui telepon sekali saja. Habis itu hingga sekarang tak pernah telepon saya lagi,” cerita Ayu, ditemui di Kediamannya, Rabu (10/6/2015).
Sejak Wiji berangkat ke Hongkong, Rahayu mengaku hanya dikirimi uang sekali sebesar Rp1 juta. “Setelah itu tak pernah kirim uang lagi. Ibu hanya kirim foto saat di Hongkong,” kata Ayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
