Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (Foto:MI/Panca Syurkani)
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (Foto:MI/Panca Syurkani) (Anggi Tondi Martaon)

Alasan Kemensos Salurkan PKH Non-Tunai

kunjungan mensos
Anggi Tondi Martaon • 08 April 2017 19:52
medcom.id, Pasuruan: Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) non-tunai meningkat pada 2018.
 
"Kita sudah melakukan pemetaan lebih detail lagi supaya yang bisa di-cover non-tunai," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, di Pendopo Wali Kota Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu, 8 April 2017.
 
Penyaluran bantuan PKH melalui sistem non-tunai telah diterapkan Kemensos sejak 2016. Bantuan disalurkan melalui rekening atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dalam bentuk tabungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam menerapkan kebijakan itu, Kemensos merangkul Himpunan Bank Negara (Himbara) yaitu Bank Nasional Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri dan BTN.
 
Setelah satu tahun berjalan, Kemensos berhasil menerapkan penyaluran bantuan non-tunai kepada sebagian penerima PKH seluruh Indonesia. "Tahun ini, dari total 6 juta (penerima PKH) itu 3.024.000 non-tunai. Sisanya, melalui tunai. Sekarng ini masih 50:50," jelasnya.
 
Khofifah menyebutkan, alasan pihaknya menyalurkan secara non-tunai adalah mengedukasi penerima PKH untuk terbiasa menabung. Diharapkan penerima PKH bisa menyimpan sisa bantuan yang diberikan dan tersimpan di dalam rekening.
 
"Artinya, mereka sudah memulai belajar menabung. Ketika saya tanya kenapa cuma mengambil Rp100 ribu, mereka menjawab 'Iya bu, saya ingin punya tabungan. Nanti kalau saya butuh bisa saya ambil lagi'," ujar Mensos.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif