Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Sudharmawan, memastikan potensi banjir yang biasa terjadi di kedua titik itu sudah terantisipasi. Menurut Dharmawan, fungsi pengairan di Bengawan Solo diklaim sudah siap menghadapi musim hujan.
"Dengan begitu kami yakin Jatim akan aman dari banjir tahun ini," kata Dharmawan, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (4/12/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Aliran Sungai Bengawan Solo yang melewati sejumlah daerah di Jatim, seperti Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro selalu menyebabkan banjir. Luapan air di Teluk Lamong juga kerap membanjiri kawasan Gresik dan Mojokerto.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo juga yakin Jatim akan aman dari banjir. Apalagi dengan mulai berjalannya beberapa proyek penangkal banjir di beberapa titik langganan banjir. "Jika intensitas hujan seperti tahun lalu, maka Jatim bebas dari banjir," kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya.
Menurut dia, beberapa titik yang masih rawan banjir hanya terjadi di kawasan Mojoagung serta Blitar. Di dua kawasan ini, banjir pun hanya bersifat genangan dan bisa segera surut jika hujan reda. "Untuk Blitar, saat ini memang belum ada solusi karena jika dibuka maka yang banjir itu Tulungagung. Ini dipengaruhi kondisi tanah di sana," kata dia.
Namun, di sepanjang aliran Bengawan Solo, ia memastikan tidak akan terjadi lagi banjir. Menyusul selesainya pengerukan di Lamongan hingga Sedayu Lawas Gresik sepanjang 12 kilometer. Menurutnya, kapasitas air yang awalnya 680 meter kubik per detik saat ini sudah berkapasitas 1.400 meter kubik per detik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
