"Banyak dari mereka (oknum polisi) yang menjadi backing pengusaha-pengusaha hitam. Mereka juga menjadi calo, sehingga kami (buruh) diadu dengan preman. Oknum tadi berada di balik preman-preman itu," teriak Panglima Koordinator Daerah (Pangkorda) Garda Metal Surabaya, Supriyadi dalam orasinya di depan markas Polda Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (19/3/2015).
Untuk itu, tegas Supriyadi, pihaknya beserta para buruh mendatangi Mapolda untuk meminta Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Anas Yusuf menindak tegas terhadap preman dan pengusaha gelap. Ia meminta polisi tidak tebang pilih dalam memberantas premanisme.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Kenapa semua pelanggaran pengusaha di Jatim dibiarkan begitu saja? Kenapa preman-preman itu dimakelar oleh oknum kepolisian Polda. Kenapa?," teriaknya.
"Saya mendesak Kapolda Jatim untuk menindak tegas premanisme yag bergentayangan di Jatim. Jika persoalan ini tidak segera disikapi, kami akan kembali melakukan aksi sekali dalam seminggu," ancamnya.
Menurut Supriyadi, ada oknum Polda Jawa Timur yang bermain di balik setiap kasus di perusahaan, khususnya terkait buruh. Ia pun meendesak untuk bertemu langsung dengan Kapolda Jawa Timur.
Sayang, perwakilan buruh FSPMI tidak diperbolehkan bertemu dengan Irjen Pol Anas Yusuf. Para pengunjuk rasa dikawal ketat oleh satuan Sabhara Polda Jawa Timur, Polrestabes Surabaya, dan Polsek Gayungan.
Ditemui terpisah, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Anas Yusuf menanggapi unjuk rasa para buruh. Anas mengatakan pihaknya tidak akan pernah membentengi preman maupun mafia.
"Ngapain kami lindungi preman? Kalau memang ada oknum yang bermain, pasti kami tindak tegas," jawabnya singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
