Andi Widjajanto tengah dalam sebuah acara digelar GAMKI di Surabaya, MTVN - Amaluddin
Andi Widjajanto tengah dalam sebuah acara digelar GAMKI di Surabaya, MTVN - Amaluddin (Amaluddin)

GAMKI Ajak NU dan Muhammadiyah Lawan Radikalisme

ketahanan negara
Amaluddin • 01 November 2015 17:48
medcom.id, Surabaya: Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Jawa Timur (Jatim) mengajak ormas Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah melawan radikalisme yang muncul di Tanah Air. Mereka menilai radikalisme dapat memecah belah Negara Kesatuan RI (NKRI).
 
"Kenyataan yang ada kebanyakan orang hanya berteriak mengecam radikalisme, tanpa memberikan solusi. Untuk itu dalam semangat sumpah pemuda ini, GAMKI mengajak NU dan Muhammadiyah bersatu menjaga NKRI. Saat ini kita butuh seorang pelopor yang dapat menggugah kembali semangat pemuda, tanpa ada perbedaan ras dan agama apapun," ujar mantan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, yang menjadi pembicara di acara yang digelar GAMKI Jatim di sebuah hotel di Surabaya, Minggu (1/10/2015).
 
Andi menegaskan aksi radikalisme sangat merugikan masyarakat tanpa terkecuali. Dengan semangat sumpah pemuda, kata Andi, hendaknya semua elemen tanpa melihat suku dan ras saling bergandeng tangan dalam menangkal aksi radikalisme. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Misalnya soal kasus Tolikara di Papua dan Sinkil di Aceh, seharusnya semua pihak ikut menangkal aksi ini tanpa ada sikap diskriminasi. Bahkan NU dan Muhammadiyah yang notabene memiliki kekuatan besar memiliki andil besar dalam menjaga NKRI," tutur Andi yang pernah berkecimpung di GAMKI.
 
Menurut Andi, maraknya radikalisme yang terjadi akhir-akhir ini lantaran kondisi persaudaraan antar ummat seakan renggang. Sehingga, ada pihak-pihak yang coba memanfaatkannya dengan mengadu domba antar sesama guna memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI yang sejatinya utuh.
 
"Sudah sepatutnya para pemuda bangsa kita berdiri di tengah-tengah untuk ikut bekerja serta merawat NKRI yang kita cintai ini. Mari kita bersama-sama melawan kelompok-kelompok radikal yang coba merusak NKRI," ajaknya.
 
Selain pemuda, Andi juga berharap keberadaan partain politik (politik) mampu merangkul semua golongan, bukan hanya sibuk dan gaduh di internalnya. "Partai politik harusnya mampu merangkul semua golongan sehingga tidak ada lagi diskriminasi terhadap golongan minoritas. Dengan begitu hubungan sosial dapat ditegakkan, dan system pemerintahan dapat dijalankan dengan baik sehingga kepentingan masyarakat dapat terlindungi," pungkas pria yang juga pengamat intelejen ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif