Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Sudarmawan, mengatakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau dimulai pada awal Juni 2016. Sebanyak 33 desa di 22 kabupaten dan kota diprediksi akan kering.
"Tapi biasanya bulan Juli cuaca sudah kembali normal," kata Sudarmawan di Surabaya, Jumat (3/6/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ratusan desa itu tersebar di Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bojonegoro, Madura, Kabupaten Tuban, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Ngajuk, Kabupaten Jombang, Kabupaten Madiuan, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo dan lainnya.
Daerah paling parah yang berpotensi kering yaitu Madura, Tuban, Nganjuk, Pasuruan, Jombang, Ponorogo, dan Magetan. Sedangkan daerah lainnya relatif normal. Meski demikian, kata dia, ada beberapa daerah yang masih mengalami curah hujan dengan intensitas ringan dan sedang.
"Yang intensitas tinggi curah hujannya adalah Lumajang dan Banyuwangi," katanya.
Untuk itu, BPBD Jatim akan menyusun rencana aksi untuk menghadapi bencana kekeringan pada musim kemarau itu. Ini agar lebih terukur dalam mengantisipasinya. Rencana aksi disusun bersama BPBD kabupaten/kota dan SKPD teknis provinsi untuk memberikan sarana dan prasarana, seperti pembuatan sumur bor, embung geomembran dan lainnya.
"Insya Allah tahun ini jumlah daerah yang mengalami kekeringan akan berkurang dari tahun lalu, yakni sebanyak 541 desa dari 22 kab/kota. Semoga akan terus menurun angkanya. Kami bisa memprediksi berapa tahun menyelesaikan sarana prasarananya," jelasnya.
Mantan Pj Bupati Sumenep itu mengingatkan bagi tiga daerah yang belum memiliki BPBD. Yakni, Kota Surabaya, Kota Blitar dan Kota Mojokerto, diharapkan segera membentuk BPBD.
"Kami kesulitan berkoordinasi jika terjadi bencana, misal musim hujan dan kekeringan. Jadi kami hanya bisa mendorong agar tiga daerah itu segera membentuk BPBD," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
