Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Foto: MTVN/Amal
Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Foto: MTVN/Amal (Amaluddin)

Disinggung Kasus Mantan Rektor Unair, Soekarwo Menangis

mata najwa
Amaluddin • 16 April 2016 16:25
medcom.id, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo angkat bicara terkait kasus yang menimpa mantan Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Fasichul Lisan. Bahkan, pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu meneteskan air mata di hadapan ribuan penonton yang menyaksikan acara Mata Najwa on Stage Surabaya, di Airlangga Convention Center, Surabaya, Jumat, 15 April.
 
Tangisan orang nomor satu di Jatim itu bermula dari pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, yang merupakan satu dari beberapa tamu undangan dalam acara tersebut. Saat itu, Fadli Zon, mengeluhkan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan Fasich sebagai tersangka dalam kasus RS Pendidikan Unair dengan dasar "Karena Ada Niat Buruk". 
 
"Selama ini dia (Fasich, red.) dikenal sosok yang jujur," kata Fadli Zon. Mendengar kalimat itu, tangis Pakde Karwo pecah. Seketika itu suasana pun menjadi senyap dan hening. Para penonton diam saat melihat orang nomor satu di Jatim itu menangis sesenggukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak lama kemudian Pakde Karwo menghapus air matanya, mencoba menanggapi pernyataan Fadli Zon. Dengan suara terbata-bata, Pakde Karwo menilai sikap KPK tak berdasar. Sebab, kata dia, Fasich adalah sosok yang jujur dan orang baik. Bahkan tidak ada bukti kerugian negara dalam kasus yang menjerat Fasich.
 
"Beliau (Fasich, red.) orang yang sangat jujur dan baik. Tidak mungkin ada niat buruk (seperti yang disangkakan KPK). Saya sangat menghormati beliau karena memang orang baik dan sangat jujur," kata Pakde Karwo.
 
Tak lama kemudian, Najwa Shihab, menimpali kalimat Pakde Karwo sembari bertanya. "Pakde kenapa menangis?," tanya Nana, sapaan akrabnya, bertanya kepada Pakde Karwo.
 
Pakde Karwo mengaku kenal dekat dengan Fasich. Bahkan, kata dia, Fasich adalah salah satu guru yang selama ini menjadi panutan dirinya. "Selama menjadi Rektor Unair, saya kenal betul, saya paham betul sosok beliau. Beliau orang baik, orang yang sangat jujur dan saya sangat menghormati beliau, dan beliau sangat layak mendapatkan keadilan," ujar politisi Partai Demokrat itu.
 
Situasinya mencair ketika Butet Kertaradjasa, Slamet Raharjo, Cak Lontong, dan Akbar yang tergabung dalam “Republik Sentilat Sentilun” tampil dengan banyolan-banyolan yang menyegarkan. 
 
Acara Mata Najwa on Stage Surabaya ini bertajuk Lakon Politik Republik. Selain Pakde Karwo, narasumber lainnya adalah Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, politikus PDIP Budiman Sudjatmiko.
 
Tiga narasumber bukan hanya menjawab cecaran pertanyaan Najwa, tapi juga dari Rombongan Kepresidenan Republik Sentilan Sentilun. Di dalam rombongan yang dipimpin Presiden Slamet Rahardjo ini ada Jubir Butet Kertaradjasa, Menteri Senior Cak Lontong dan Menteri Yunior Akbar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif