"Setiap musim hujan pasti banjir. Jika tahu banjir akan datang, semua benda berharga akan ditaruh di plafon. Untuk dipan (tempat tidur) diberi penyangga yang lebih tinggi agar tidak tergenang air," kata Kuswati, warga Dusun Tempel, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Minggu, 26 Februari 2017.

Tempat tidur diberi penyangga yang lebih tinggi agar tidak tergenang air saat banjir -- MTVN/Nurul Hidayat
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Wanita 38 tahun ini sudah memodifikasi plafon rumahnya agar dapat menampung barang-barang berharga, seperti peralatan elektronik dan baju. Pengalaman mengerikan pernah ia alami saat banjir 2014.
Menurut Kuswati, saat itu ketinggian banjir mencapai atap rumah. Ia dan keluarga terpaksa mengungsi ke Balai Desa Kademangan untuk menyelematkan diri.
"Semoga kejadian tersebut tidak terulang kembali," harap ibu dua anak ini.
Walaupun desanya menjadi langganan banjir setiap tahunnya, Kuswati enggan pindah. "Mau pindah ke mana? Dari kecil sudah di sini," selorohnya.
Desa Kademangan menjadi langganan banjir karena posisinya diapit tiga sungai, yaitu Sungai Gunting, Sungai Catakbanteng, dan Sungai Panjer. Setiap kali air sungai meluap, warga tak bisa menghidar dari banjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
