Pedagang cabai di pasar tradisional di Jombang, MTVN - Nurul Hidayat
Pedagang cabai di pasar tradisional di Jombang, MTVN - Nurul Hidayat (Nurul Hidayat)

Pengakuan Petani tak Bisa Jual Cabai ke Pasar

cabai
Nurul Hidayat • 10 Januari 2017 19:52
medcom.id, Mojokerto: Petani cabai di Mojokerto, Jawa Timur, tak bisa langsung menjual komoditas itu ke pasar. Pendistribusian cabai rawit merah harus melewati tangan tengkulak dan pengepul hingga akhirnya sampai ke pedagang.
 
Imron Rosadi, petani cabai di Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, mengaku menjual komoditas itu ke tengkulak. Sepekan terakhir, ia menjual cabai dengan harga Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per Kg.
 
"Setelah itu, tengkulak menjual lagi ke pengepul. Selisih harganya bisa mencapai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu," ungkap Imron saat ditemui Metrotvnews.com, Selasa (10/1/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Petani, kata Imron, tak bisa menjual cabai langsung ke pedagang di pasar. Ada perjanjian untuk menyetorkan hasil panen itu ke tengkulak. Sebab, lanjut Imron, tengkulak memberi modal untuk biaya tanam. Sehingga 
 
"Makanya kami harus menjual hasil panen ke mereka untuk menutupi utang biaya tanam," ujar Imron.
 
Sementara itu harga cabai rawit merah di beberapa pasar mencapai Rp100 ribu per Kg. Pemerintah provinsi dan kabupaten pun menggandeng Bulog untuk menstabilkan harga komoditas tersebut.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif