Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengungkap kasus korupsi dana hibah dari Pemkot Pasuruan untuk PSSI Pasuruan periode 2013-2015. (Medcom.id/Amal).
Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengungkap kasus korupsi dana hibah dari Pemkot Pasuruan untuk PSSI Pasuruan periode 2013-2015. (Medcom.id/Amal). (Amaluddin)

Polisi Ungkap Kasus Dana Hibah PSSI Kota Pasuruan

kasus korupsi
Amaluddin • 04 Juli 2019 12:22
Surabaya: Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengungkap kasus korupsi dana hibah dari Pemkot Pasuruan untuk PSSI Pasuruan periode 2013-2015. Dana hibah ini digelontorkan oleh Pemkot melalui KONI Kota Pasuruan untuk PSSI Kota Pasuruan sebesar Rp15,249,970 miliar.
 
"Untuk sementara ada satu orang tersangka dalam kasus ini, yakni mantan ketua PSSI Kota Pasuruan, Edi Hari Respati," kata Wadirkrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara di Mapolda Jawa Timur di Surabaya, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Arman menjelaskan dana hibah yang dikorpusi tersangka bersumber dari APBD Kota Pasuruan tahun anggaran 2013-2015, sebesar Rp3,8 miliar dari total dana hibah yang diterima PSSI Kota Pasuruan sebesar Rp15,2 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dana hibah tersebut dari KONI Pasuruan Kota kemudian ditemukan ada sekitar Rp3,8 miliar," jelas Arman.
 
Arman kembali mengatakan tersangka Edi menggunakan dana hibah yang diterima PSSI Kota Pasuruan untuk kepentingan pribadi. Bahkan, Edi juga sempat membuat dokumen palsu agar bisa mengkorupsi dana hibah tersebut.
 
"Membuat LPJ atas penggunaan dana hibah PSSI Kota Pasuruan yang berisi data-data fiktif dan mark-up," beber Arman.
 
Arman menyebut penyidik melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 82 saksi-saksi. Mereka terdiri dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan, PSSI, KONI, BPK hingga Bank Jatim. "Sudah ada 82 orang saksi yang sudah diperiksa terkait kasus dana hibah ini," lanjut Arman.
 
Selain menahan tersangka Edi, polisi juga menyita beberapa barang bukti, seperti dokumen proposal permohonan, LPJ, laptop, bukti pencairan dana hibah dan rekening koran Bank Jatim milik KONI Kota Pasuruan.
 
Tersangka terjerat undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3.
 
"Ancaman hukuman seumur hidup kemudian pidana penjara paling singkat 4 tahun denda Rp1 miliar," pungkas Arman.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif